:::: MENU ::::

Saturday, April 25, 2020

Menganal Diabetes Insipidus

Ketika mendengar nama penyakit diabetes, kemungkinan sebagian orang akan berpikir mengenai penyakit gula darah, atau diabetes melitus. Namun, berbeda dengan jenis diabetes tersebut, ada pula penyakit yang disebut sebagai diabetes insipidus. Jenis diabetes ini menyebabkan seseorang akan merasa sangat haus sepanjang waktu, dan bahkan bisa terus menerus buang air kecil. Penderitanya bahkan dapat mengeluarkan air kencing hingga 20 liter dalam waktu sehari saja. Lalu, seperti apa diabetes insipidus ini sebenarnya, dan bagaimana cara penanganannya? Berikut ini penjelasannya.

Penyebab Penyakit Diabetes Insipidus

Perlu ditekankan sekali lagi, jika diabetes insipidus ini tidak ada kaitannya dengan gula darah Anda. Penyebab diabetes insipidus adalah karena hormon antidiuretik dalam tubuh terganggu. Padahal, hormon ini berperan penting untuk mengatur kadar cairan tubuh.

Hormon antidiuretik dihasilkan oleh hipotalamus, yang kemudian disimpan pada kelenjar pituitari. Ketika kadar air dalam tubuh Anda sangat rendah, kelenjar pituitari kemudian mengeluarkan hormon antidiuretik tadi. Fungsi hormon antidiuretik sendiri adalah membantu untuk mempertahankan air di dalam tubuh, caranya, hormon ini akan membuat tubuh mengurangi cairan yang biasanya terbuang dari ginjal. Sehingga ketika hormon antidiuretik berkurang, ginjal tidak bisa merespon hormon tersebut, lalu ginjal akan begitu saja mengeluarkan banyak cairan. Akibatnya, penderita diabetes insipidus akan terus-terusan buang air kecil, dan biasanya urin yang dihasilkan sangat encer seperti air biasa.

Oleh sebab itu, untuk merespon tubuh yang kekurangan cairan, kebutuhan minum jadi semakin tinggi. Anda akan terus minum karena merasa haus.

Jenis Diabetes Insipidus

Ada dua jenis diabetes insipidus. Antara lain adalah:

1. Diabetes insipidus kranial. Penyebab dari diabetes insipidus jenis ini adalah karena hipotalamus yang mengalami kerusakan, atau kelenjar pituitari yang bermasalah. Penyebabnya bisa karena cedera otak, pernah operasi, infeksi, hingga karena kanker otak. Diabetes insipidus kranial ini juga yang paling umum.

2. Diabtes insipidus nefrogenik. Berbeda dengan jenis sebelumnya, diabetes insipidus nefrogenik sebenarnya tidak ada masalah dengan produksi hormon antidiuretik, sayangnya ginjal yang tidak mau merespon. Hal ini karena terjadi kerusakan pada ginjal, atau memang karena memiliki kondisi tertentu akibat keturunan. Diabetes jenis ini juga bisa disebabkan karena mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit mental.

Penanganan Penderita Diabetes Insipidus
Apabila kasus yang Anda alami tidak berat, biasanya tidak perlu pengobatan apa pun untuk mengatasinya. Anda cukup minum banyak air supaya tubuh tetap terhidrasi. Namun, biasanya penderita diabetes insipidus nefrogenik bisa mengonsumsi thiazide diuretik supaya produksi urin bisa turun. Apabila diabetes insipidus yang dialami menimbulkan komplikasi, penanganan dokter harus segera dilakukan.

Apabila Anda memiliki gejala haus yang berlebihan dan selalu buang air kecil, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Sebab, terkadang gejala ini tidak selalu berkaitan dengan diabetes insipidus sehingga perlu pengecekan secara mendalam.
Categories:

1 comment: